Metode Sariswara (#3)

Metode Sariswara Sebagai Praktek Dasar Meraih Cita-Cita Persatuan Kebudayaan Sebelum kita membahas bagaimana praktek penerapan Metode Sariswara dalam pendidikan, kita harus melihat sebuah cita-cita besar KHD yang terkait erat dengan kemerdekaan hakiki sebuah bangsa. “Perkataan bangsa tidak hanya mengandung arti kemerdekaan negara, tetapi juga kemerdekaan kebudayaan. Kesatuan bangsa mengharuskan adanya kesatuan kebudayaan. Kalau kita rakyat…

Metode Sariswara (#2)

Benang Merah Sariswara & Metode Sariswara Kita runut jauh ke belakang di tahun 1913, saat Ki Hadjar Dewantara yang masih bernama RM. Soewardi Soerjaningrat, ketika beliau berangkat ke negeri pembuangan, Belanda, akibat tulisan keras beliau “Als Ik En Nederlander Was” yang menyindir pemerintahan kolonial saat itu. Dalam perjalanan ke negeri Belanda, beliau ditemani istrinya RA….

Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta No. 5 Tahun 2011

Pengelolaan & Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya Menimbang : a. bahwa dalam rangka berperan serta untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya, Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban untuk membina dan mengembangkan pendidikan yang bermutu bagi warga masyarakat, sehingga dihasilkan keluaran pendidikan yang berkualitas; b. bahwa pendidikan merupakan sarana mewujudkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi manusia…

Metode Sariswara (#1)

Metode Pendidikan gagasan Ki Hadjar Dewantara untuk Implementasi Pendidikan Berbasis Kebudayaan Khas Yogyakarta Definisi Metode Sariswara yg singkat berupa “sastra sinawung ing kidung”, sebuah cara penyampaian bahasa yang mengandung unsur keindahan dan makna yang dalam sehingga mampu mempengaruhi jiwa seseorang. Cara mempengaruhinya diserta “kidung” atau dilagukan agar mampu menyentuh tidak hanya melalui fisik mulut yang…

Benarkah Kesenian Itu Melemahkan?

Sebuah tulisan Ki Hadjar Dewantara yang menarik di Buku (I) Pendidikan dengan makna yang cukup menggelitik. Kesenian itu adalah salah satu dari perwujudan lahir dari jiwa kita, yang timbul dari kemauan jiwa kita sendiri. Halus & kasarnya dibatasi oleh rasa keindahan kita (perasaan aesthetis). Rasa ini dimiliki oleh setiap manusia, meskipun memiliki tingkatan-tingkatan kualitas dan…

‘Jamuranku’ yang Pertama!

Ketika masuk pertama kali di Taman Indria (TK Tamansiswa), maka akan dijalankan sebuah program inisiasi awal. Program ini dinamakan “Jamuranku yang Pertama”. Apa itu “Jamuran” & mengapa pertama dilakukan? Jamuran merupakan sebuah judul tembang dolanan anak yang sudah lazim dimainkan sejak dulu kala. Ki Hadjar Dewantara melihat bahwa permainan/dolanan anak yang dimainkan dengan sembari melagukan/nembang…

Pendidikan Alat Menuju Bangsa Berbudaya Luhur

Kemerdekaan suatu negeri ditandai tidak hanya pernyataan kemerdekaan bangsanya, namun juga kemerdekaan kebudayaannya. Kemerdekaan negara membutuhkan persatuan rakyatnya, pun demikian kemerdekaan kebudayaan membutuhkan persatuan kebudayaan. Persatuan kebudayaan nusantara yg terdiri dari berbagai macam suku bangsa, membutuhkan waktu yg tidak singkat utk menyatukan puncak-puncak kebudayaan bangsa ini. Oleh karena itulah perguruan sbg lembaga pendidikan menjadi kunci…

Asli Tidak Sama dengan Palsu!

Ki Hadjar Dewantara (KHD) saat dibuang ke negeri Belanda justru memanfaatkan kesempatan itu untuk mendaftarkan diri ikut kursus & ujian sebagai seorang pengajar/guru di sana. Dan sudah takdirnya bahwa pada saat itu sedang terjadi perubahan besar model pendidikan di Eropa, yang dimotori para pesohor pendidikan seperti Maria Montessori, Friedrich Frobel, Dalcroze, Rudolf Steiner, hingga pengaruh dari pemenang…

Cita-Cita Kemerdekaan Kebudayaan

Menurut Ki Hadjar Dewantara, kemerdekaan suatu bangsa tidak hanya pernyataan kemerdekaan negaranya saja, tapi seutuhnya bila juga memiliki kemerdekaan kebudayaanya. Dibanding negara lain yang hanya memiliki (kebanyakan) satu atau beberapa daratan & satu dua lautan, Indonesia memiliki 13.466 pulau bernama dari total 17.500 dengan suku bangsa yang ada di dalamnya sekitar 1.340 (BPS 2010). Hal…

“Ambuka Raras Angesti Widji” Kesenian Melandasi Pendidikan Anak

Bila anda mengunjungi kompleks Perguruan Tamansiswa di pusat (Ibu Pawiyatan) kota Yogyakarta, anda akan menjumpai bangunan khas berupa Pendapa Agung Tamansiswa. Didirikan pada tahun 1938, diresmikan oleh Nyi Hadjar Dewantara. Yang menarik adalah di anak tanggan depan pendapa akan dijumpai penanda prasasti berupa tahun sengkala jawa “Ambuka Raras Angesti Wiji”. Sebuah penanda tahun yang bermakna…