Dasar-Dasar Teori

Landasan Utama

Tentang zaman yang akan datang, maka rakyat kita ada di dalam kebingungan. Seringkali kita tertipu oleh keadaan, yang kita pandang perlu dan laras untuk hidup kita, padahal itu adalah keperluan bangsa asing, yang sukar didapatnya dengan alat penghidupan kita sendiri.

Demikianlah kita acapkali merusak sendiri kedamaian hidup kita. Lagi pula kita sering juga mementingkan pengajaran yang hanya menuju terlepasnya fikiran (intelektualisme), padahal pengajaran itu membawa kita kepada gelombang penghidupan yang tidak merdeka (economisch afhankelijk) dan memisahkan orang-orang yang terpelajar dengan rakyatnya.

Di dalam zaman kebingungan ini seharusnyalah keadaban kita sendiri (cultuurhistore) kita pakai sebagai penunjuk jalan untuk mencari penghidupan baru, yang selaras dengan kodrat kita dan akan memberi kedamaian dalam hidup kita.
Dengan keadaan bangsa kita sendiri kita lalu pantas berhubungan bersama-sama dengan keadaban bangsa asing.

(Asas Tamansiswa 1922 | Butir Ke-3)

Dasar Kegiatan #1. Cita-Cita Persatuan Kebudayaan

Perkataan “bangsa” tidak hanya mengandung arti “kemerdekaan negara”, tetapi juga “kemerdekaan kebudayaan”. Kesatuan bangsa mengharuskan adanya kesatuan kebudayaan. Kalau kita rakyat Indonesia berani mengakui segala puncak-puncak kebudayaan di seluruh kepulauan Indonesia sebagai kebudayaan kita bersama, sebagai “kebudayaan bangsa” maka pada saat inipun kita sudah merupakan bangsa yang berkebudayaan luhur dan murni.

(Ki Hadjar Dewantara – Buku I Pendidikan Hal. 264)

Dasar Kegiatan #2. Apa Itu Sekolah?

Perguruan/sekolah adalah tempat persemaian untuk memelihara dan memajukan kebudayaan bangsa

(Ki Hadjar Dewantara – Buku I Pendidikan Hal. 264)

Dasar Kegiatan #3. Arti Mendidik

Berdaya upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup-tumbuhnya budi-pekerti (rasa -fikiran roh) dan badan anak dengan jalan pengajaran, teladan dan pembiasaan, jangan disertai perintah & paksaan.

(Ki Hadjar Dewantara – Majalah Wasita – Mei 1929 Jilid I No. 18)

Dasar Kegiatan #4. Among Systeem

Menyokong kodrat alamnya anak, agar dapat mengembangkan hidup lahir batin menurut kodratnya sendiri-sendiri.
Pengetahuan, kepandaian janganlah dijadikan tujuan, tetapi semata-mata hanyalah alat.
Bunganya yang kelak menjadi buah, itulah yang harus kita utamakan. Buahnya pendidikan yaitu matangnya jiwa, yang dapat mewujudkan hidup & penghidupan yang tertib, suci & bermanfaat bagi orang lain

(Ki Hadjar Dewantara – Almanak Perguruan Keluaran Tamansiswa Tahun 1942 )

Dasar Kegiatan #5. Ambuka Raras Angesti Wiji

Membuka suara, menembang, menyanyi, melakukan kesenian sebagai pepucuk daripada angesti wiji (mendidik). Kesenian adalah hal yang paling dekat dengan kebudayaan yang mampu mengolah cipta-rasa-karsa secara lengkap. Kesenian di dalam pendidikan dimaksudkan untuk mempengaruhi perkembangan jiwa anak kita ke arah keindahan di dalam rangkaiannya dengan keluhuran dan kehalusan, hingga layak bagi hidup manusia yang beradab dan berbudaya.

(Ki Hadjar Dewantara – Buku I Pendidikan Halaman 355 )

Diagram Keterkaitan Berbagai Unsur di dalam Pendidikan Kesenian
yang Tertulis di Buku Pendidikan (I)
Kumpulan Tulisan Ki Hadjar Dewantara